Selasa, 18 Maret 2014


PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. 

PROPOSISI

Proposisi adalah “pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya”.
Maksud kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan salah sekaligus.

Rumus ketentuannya :
Q +  S  +  K  +  P
Keterangan :
Q : Pembilang / Jumlah
(ex: sebuah, sesuatu, beberapa, semua, sebagian, salah satu, bilangan satu s.d. tak terhingga)
Q boleh tidak ditulis, jika S (subjek) merupakan nama dan subjek yang pembilang nya sudah jelas berapa jumlahnya :
a. Nama (Pram, Endah, Ken, Missell, dll)
b. Singkatan (PBB, IMF, NATO, RCTI, ITC, NASA, dll)
c. Institusi (DPRD, Presiden RI, Menteri Keuangan RI, Trans TV, Bank Mega, Alfamart, Sampurna, Garuda Airways, dll)
S : Subjek adalah sebuah kata atau rangkaian beberapa kata untuk diterangkan atau kalimat yang dapat berdiri sendiri (tidak menggantung).
K : Kopula, ada 5 macam : Adalah, ialah, yaitu, itu, merupakan.
P : Kata benda (tidak boleh kata sifat, kata keterangan, kata kerja).

INFERENSI DAN IMPLIKASI 

Inferensi merupakan sebuah pekerjaan bagai pendengar (pembaca) yang selalu terlibat dalam tindak tutur selalu harus siap dilaksanakan ialah inferensi. Inferensi dilakukan untuk sampai pada suatu penafsiran makna tentang ungkapan-ungkapan yang diterima dan pembicara atau (penulis). Dalam keadaan bagaimanapun seorang pendengar (pembaca) mengadakan inferensi. Pengertian inferensi yang umum ialah proses yang harus dilakukan pembaca (pendengar) untuk melalui makna harfiah tentang apa yang ditulis (diucapkan) samapai pada yang diinginkan oleh saorang penulis (pembicara).
Implikasi dapat merujuk kepada:
Dalam manajemen:
·         Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi,   perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
·         implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan

Dalam logika:
·        Implikasi logis dalam logika matematika
·        Kondisional material dalam falsafah logika
Jadi definis implikasi dalam bahasa indonesia adalah keterlibtan atau keadaan terlibat

PENGERTIAN WUJUD EVIDENSI

Yaitu Unsur yang paling penting dalam suatu tulisan argumentatif adalah evidensi.   Pada hakikatnya evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur-adukkan dengan apa yang dikenal dengan pernyataan dan penegasan.

CARA MENGUJI FAKTA
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang diperoleh adalah fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut ada dua tingkat. Yang pertama untuk meyakinkan bahwa semua bahan data tersebut adalah fakta. Yang kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil. Cara menguji fakta ada dua yaitu :
1.     Konsistensi
2.     Koherensi

CARA MENGUJI OTORITAS
Metode ini digunakan untuk menguasai ilmu pengetahuan jika metode pengalaman tidak dapat digunakan secara efektif. Cara lain dengan bertanya atau menggunakan pengalaman orang lain. Seorang mahasiswa tidak perlu pergi ke bulan untuk mengetahuitentang keadaan dan situasi bulan. Mereka dapat bertanya pada dosennya atau orang yangmempunyai pengalaman dalam bidangnya.




Rabu, 22 Januari 2014

OUTLINE PENULISAN ILMIAH


BAB I
PENDAHULUAN


1.1     Latar  Belakang

Dewasa ini kemajuan teknologi terasa semakin pesat, terutama pada bidang teknologi informasi.Informasi merupakan salah satu bagian untuk dapat mendukung kemajuan suatu perusahaan maupun instansi dengan tujuan memperkecil pengeluaran biaya dan mempersingkat waktu  kerja.
          Atas dasar tujuan tersebut,perlu dilakukan dukungan penuh dengan keberadaan system informasi.
          Dengan demikian untuk bisa menghasilkan suatu informasi yang  berkualitas  yang memenuhi persyaratan suatu informasi seperti akurat,relevan, dan tepat waktu  diperlukan keberadaan system teknologi informasi yang handal.
           Penggunaan teknologi tersebut akan berdampak baik terhadap jalannya roda usaha. Program yang kami buat untuk menyediakan data CD/VCD dan data peminjaman dimana akan dioperasikan pada saat konsumen meminjam sejumlah cd dengan menggunakan Visual Basic.
                   Program ini dibuat untuk mempermudah operator dalam pencatatan sejumlah cd yang ada dan untuk mencatat data konsumen yang meminjam cd tanpa harus dilakukan secara manual.
         




1.2     Ruang Lingkup Permasalahan
Bagaimana  jika konsumen/penyewa ingin meminjam lebih dari 1 cd.

1.3     Tujuan
Tujuan dibuat makalah ini yaitu untuk menyelesaikan tugas  kelompok   mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer.
Selain itu kami berharap dibuatnya makalah ini bukan hanya untuk
Tugas yang diberikan semata, tetapi dapat berguna untuk pembelajaran dan dapat digunakan untuk menambah wawasan bagi orang-orang atau  mahasiswa lainnya yang ingin mengenal lebih lagi tentang pemrograman dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.

1.4     Manfaat
                      Manfaat dibuatnya makalah ini untuk memberikan informasi pada para pembaca tentang materi-materi yang ada didalamnya beserta program aplikasi yang telah dibuat .













BAB II
PERANCANGAN
2.1.        Kode Film
  Menggunakan sintaks Combo Box.

Private Sub Form_Load()
  Combo1.AddItem "Kode Film”
  End Sub
  Private Sub Combo1_Click()
  Label1.Caption = Combo1.Text
  End Sub
  Menampilkan kode Film misal “A” dan seterusnya.

Asal File
Private Sub Command1_Click()
Label2.Caption = Text1.Text
End Sub

Sewa
Private Sub Command2_Click()
Label3.Caption = Text1.Text
End Sub

Tanggal Pinjam
Private Sub Form_Load()
  Combo2.AddItem "Tgl Pinjam”
  End Sub
  Private Sub Combo2_Click()
  Label2.Caption = Combo2.Text
  End Sub

Tanggal Kembali
Private Sub Form_Load()
  Combo3.AddItem "Tgl Kembali”
  End Sub
  Private Sub Combo3_Click()
  Label2.Caption = Combo3.Text
  End Sub

Lama Pinjam
Private Sub Command3_Click()
Label4.Caption = Text1.Text
End Sub

Denda
Private Sub Command4_Click()
Label5.Caption = Text1.Text
End Sub
Total
Private Sub Command4_Click()
Label5.Caption = Text1.Text
End Sub
Untuk mengeksekusi program
Private Sub Command4_Click()
End
End Sub

Setelah program di running akan keluar sebagai berikut :














BAB IV
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Dengan adanya program peminjaman VCD/DVD  akan mempermudah para pengusaha Rental cd untuk menjalankan bisnisnya tanpa harus menjalakannya secara manual.

3.2  Saran
·        Diharapkan makalah ini berguna dan dapat menjadi sarana pembelajaran oleh pembaca, semoga pembaca menjadi lebih paham mengenai program dan aplikasi lain pendukungnya.
·         Selain memahami program yang ada pada makalah ini,diharapkan pembaca juga bisa memperoleh informasi dari sumber-sumber lain yang membantu dalam mempelajari  bahasa pemrograman dan aplikasinya.

Selasa, 19 November 2013

KALIMAT EFEKTIF


Sebelum menganalisis suatu artikel ada baiknya kita mengetahui tentang kalimat efektif dan tidak efektif. Pengertian kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain. Di bawah ini adalah artikel yang akan saya bahas. Check this out!

Korean Wave, Fenomena Sesaat.
Tren selalu berubah, begitu pula denganKorean Wave yang tengah melanda Indonesia saat ini, akan berlangsung sesaat seiring perkembangan tren selanjutnya. 

Hallyu atau Korean Wave (Gelombang Korea) adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia.
Umumnya Hallyu memicu banyak orang untuk memelajari bahasa dan kebudayaan Korea. 
Tak terkecuali Indonesia dimana kalangan mudanya kini banyak yang sedang dilanda demam K-pop dan drama Korea. 
Fenomena ini mengingatkan kita pada tren-tren sebelumnya yang juga pernah melanda di Indonesia seperti budaya pop China dan Jepang. 
Dan semua budaya pop tersebut, kata Henni Norita dari Lembaga Psikologi Hikari, hanya bersifat sementara karena perkembangan tren datang silih berganti mengikuti perkembangan zaman. 
"Jadi sama seperti tren-tren sebelumnya, fenomena Korean Wave pun hanya berlangsung dalam kurun waktu tertentu," jelasnya kepada Beritasatu.com.
Dan sebagai sebuah fenomena, lanjut Henni, tentu saja memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat Indonesia. 
Misalnya, kata dia, berkurangnya kecintaan terhadap budaya sendiri dan cenderung menurunnya semangat belajar dan produktivitas lantaran waktunya banyak tersita untuk menonton drama Korea, atau menjelajahi dunia maya untuk mencari tahu banyak hal mengenai Korea.  
Jangan Hanya Jadi Follower
Tak hanya itu, gaya hidup sebagian kalangan muda Indonesia pun, lanjut Henni, mulai terpengaruh oleh gaya hidup masyarakat Korea.
Kondisi ini menunjukkan bahwa budaya pop Korea saat ini memang sudah mempunyai penggemar dan memiliki kelasnya tersendiri di Indonesia. 

Tak hanya di kalangan biasa, tapi juga telah merambah sekaligus menginspirasi beberapa artis di tanah air. 
"Namun sebagai sebuah dinamika kehidupan, fenomena ini sebenarnya wajar saja terjadi," jelasnya.
Lantas apa dampak positifnya fenomena tersebut bagi masyarakat kita? Henni berpendapat, fenomena Hallyu dapat memperkaya pengetahuan masyarakat Indonesia akan kebudayaan negara lain.
Sebagai salah satu negara maju di Asia, Korea juga dapat dijadikan teladan karena tetap memegang teguh budayanya meski arus globalisasi sedemikian derasnya. 
Hal ini dapat dilihat dan dirasakan melalui warna musiknya, drama serial atau beberapa filmnya yang menggambarkan tentang seni, budaya dan kehidupan sehari-harinya yang menjadi ciri khas masyarakat Korea.
"Kuatnya karakter dan identitas merekalah yang membuat bangsa tersebut mampu menjaditrendsetter baru dalam dunia musik, seni akting, fashion dan gaya hidupnya," kata Henni. 
Kerja keras mereka yang berhasil menjadi 'kiblat' baru dalam budaya pop itulah yang seharusnya menginspirasi masyarakat Indonesia untuk juga terus bekerja keras, disiplin, kreatif dan memiliki etos kerja yang tinggi. 
"Jadi masyarakat kita nggak hanya jadi follower, tapi juga harus mampu menjadi trendsetter baru bagi negara lain," tambah Henni yang juga pengajar di Hikari Montesorri School ini. 

1.      Hallyu atau Korean Wave (Gelombang Korea) adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia.
(kalimat tidak efektif).
Hallyu atau Korean Wave (Gelombang Korea) adalah istilah penyebaran budaya Korea secara global di dunia.
(kalimat efektif).

2.      Tak terkecuali Indonesia dimana kalangan mudanya kini banyak yang sedang dilanda demam K-pop dan drama Korea. (kalimat tidak efektif).
Tak terkecuali Indonesia, kini kalangan muda banyak yang sedang dilanda demam Korea. (kalimat efektif).

3.      Fenomena ini mengingatkan kita pada tren-tren sebelumnya yang juga pernah melanda di Indonesia seperti budaya pop China dan Jepang. (kalimat tidak efektif).
Fenomena ini mengingatkan kita pada tren sebelumnya yang pernah melanda di Indonesia seperti budaya pop China dan Jepang. (kalimat efektif).

4.      Dan semua budaya pop tersebut, kata Henni Norita dari Lembaga Psikologi Hikari, hanya bersifat sementara karena perkembangan tren datang silih berganti mengikuti perkembangan zaman. (kalimat tidak efektif).
Henni Norita dari Lembaga Psikologi Hikari beranggapan, budaya pop tersebut hanya bersifat sementara karena perkembangan tren datang silih berganti mengikuti perkembangan zaman. (kalimat efektif).

5.      Dan sebagai sebuah fenomena, lanjut Henni, tentu saja memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat Indonesia. (kalimat tidak efektif).
“Dan sebagai sebuah fenomena, tentu saja memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat Indonesia.” lanjut Henni (kalimat efektif).
6.      Misalnya, kata dia, berkurangnya kecintaan terhadap budaya sendiri dan cenderung menurunnya semangat belajar dan produktivitas lantaran waktunya banyak tersita untuk menonton drama Korea, atau menjelajahi dunia maya untuk mencari tahu banyak hal mengenai Korea.  (kalimat tidak efektif).
“Misalnya, berkurangnya kecintaan terhadap budaya sendiri dan cenderung menurunnya semangat belajar dan produktivitas lantaran waktunya banyak tersita untuk menonton drama Korea, atau menjelajahi dunia maya untuk mencari tahu banyak hal mengenai Korea.” tambahnya  (kalimat efektif).
7.      Hal ini dapat dilihat dan dirasakan melalui warna musiknya, drama serial atau beberapa filmnya yang menggambarkan tentang seni, budaya dan kehidupan sehari-harinya yang menjadi ciri khas masyarakat Korea. (kalimat tidak efektif).
Dapat kita lihat dari warna musiknya, drama serial atau beberapa filmnya yang menggambarkan tentang seni, budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat Korea. (kalimat efektif).

8.      Kerja keras mereka yang berhasil menjadi 'kiblat' baru dalam budaya pop itulah yang seharusnya menginspirasi masyarakat Indonesia untuk juga terus bekerja keras, disiplin, kreatif dan memiliki etos kerja yang tinggi.(kalimat tidak efektif).
Kerja keras mereka berhasil menjadi 'kiblat' baru dalam budaya pop itulah yang seharusnya menginspirasi masyarakat Indonesia untuk bekerja keras, disiplin, kreatif dan memiliki etos kerja yang tinggi. (kalimat efektif).